Pernahkah Anda berpikir mengapa Bali begitu populer untuk tujuan wisata dan pernikahan? Jawabannya begitu beragam, mulai dari lokasi yang indah, kemudahan, hingga tempat menikah yang berlimpah. Jika Anda ingin menikah di wedding villa di Bali, ada baiknya cek ulasan berikut ini agar tidak merasa dirugikan atau kecewa.
Alasan Melaksanakan Pernikahan Di Bali
Apa yang membuatnya begitu populer? Beberapa jawabannya adalah latar belakang dan pemandangan yang menawan, budaya yang menarik, hingga ketersediaan lokasi. Bali pun hadir dengan banyaknya opsi akomodasi, yang mana mencakup hotel hingga villa. Beberapa lokasi pun didesain untuk mendukung acara pernikahan, yang mana menjadi daya tarik sendiri.
Pernikahan Resmi Dan Legalitas
Beralih dari daya tarik, Bali sendiri adalah lokasi yang umumnya dikenal sebagai tujuan wisata. Namun, mereka yang ingin mengikat janji suci pun mendapat kesempatan yang sama. Turis mancanegara yang ingin menikah secara resmi dapat melakukan registrasi dan menyerahkan dokumen legal pada kedutaan dan konsulat negeri.
Nantinya akan diberikan sebuah surat izin untuk menikah, yang mana hanya diberikan kepada mereka yang masih lajang dan telah memenuhi prasyaray untuk menikah. Proses menikah di Bali secara resmi ini cukup rumit, terutama untuk turis. Karenanya disarankan untuk menikah secara simbolis, yang mana status dan proses menikah dilakukan di negara asli.
Tidak hanya itu saja, turis mancanegara juga wajib untuk mengikuti peraturan lokal dan negara Indonesia. Seperti peraturan agama, yang mencakup larangan menikah berbeda agama, umur minimum untuk laki laki adalah 19 tahun dan wanita adalah 16 tahun. Proses pernikahan pun harus melalui kantor pencatatan sipil sesuai dengan agama yang dianut.
Waktu Terbaik
Sebagai pulau di daerah tropis, tidak salah jika musim dan cuacanya cukup susah untuk ditebak. Namun, agar perencanaan pernikahan lancar ada baiknya untuk memimilah prosesi resepsi dan acara di saat musim kemarau. Musim kering ini cocok untuk acara pernikahan di luar ruangan (outdoor), yang mana terjadi sekitar bulan Mei hingga Agustus.
Di musim itu, Bali akan memiliki udara yang cukup nyaman layaknya musim panas dengan angin yang lebih dingin. Selain itu, tetapkan waktu menikah di antara pukul 10-12 pagi atau pukul 6-7 malam. Saat itu, matahari tidak terlalu panas dan memberikan pemandangan yang indah. Sedangkan sesi sore ditujukan untuk suasana petang.
Di suasana petang, prosesi menikah di Bali akan memfokuskan akan keindahan panorama matahari tenggelam. Pemandangan alam dan tenangnya temaram pun cocok untuk acara pribadi nan intim. Meski demikian, cuaca di Bali pun tidak mudah ditebak. Yang mana Anda dapat beralih ke acara indoor untuk menghindari hujan yang tak tertebak.
Pada dasarnya, menikah di pulau Bali bukanlah hal yang buruk. Siapa pun dapat melakukannya. Lokasi yang indah, cantik, dan juga mewah pun membuat wedding villa Bali begitu menarik. Yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan dengan baik, mengenal jenis pernikahan, dan memilih waktu yang tepat. Semoga beruntung.